Geomodelling Course

Basic Static 3D Modelling: a Practical Techniques to Build Static Geological Model

Tujuan dari Pelatihan Basic Static 3D Modelling ini adalah untuk membimbing geolog dan insinyur perminyakan dengan teknik praktis yang digunakan untuk membangun pemodelan geologi statik 3D dasar. Peserta akan mempelajari konsep geomodeling, geostatistik, pemodelan struktur, geologi dan lingkungan pengendapan, pengaturan serta pemodelan variogram, serta pemodelan fasies dan petrofisika.

Course Info
Discipline

Geomodelling Course/Petroleum Geomodelling

Duration

3 days

Level

Skilled

Delivery Mechanism

Classroom

Agenda

Hari 1
Tinjauan dan Pengantar Geomodelling dan Geostatistik 

  • Pengantar geomodelling statik (integrasi data geologi, geofisika, petrofisika, dan data RE)
  • Statistik dasar, analisis data, dan transformasi data
  • Karakterisasi korelasi spasial, asumsi stasioneritas dan normalitas, serta implementasi geostatistik dalam pemodelan reservoir
  • Anisotropi dan analisis arah
  • Metode estimasi pada lokasi tanpa sampel I (simple kriging, ordinary kriging, universal kriging, dll.)
  • Metode estimasi pada lokasi tanpa sampel II (ordinary co-kriging, collocated co-kriging)
  • Konsep dan teknik simulasi stokastik/numerik (TGS, SIS, Object-based, SGS, Multi-point statistics, dll.)

Hari 2
Tinjauan Data Loading, QC, Fault Modeling, Structural Modeling, dan Pembangunan Grid 3D

  • Jaringan patahan (struktur kompleks, reverse fault, banyak patahan; fault truncation, dll.)
  • Konsep horizon hasil interpretasi dan perhitungan; pemodelan horizon, penyaringan data, pemotongan horizon
  • Zonasi dan pelapisan (koreksi isochore)
  • Grid 3D (pillar, non-pillar, zone, subgrid, staircase, dll.)
  • Data loading (sumur, fault sticks, peta/grid dan atribut) serta QC
  • Pembangunan jaringan patahan
  • Penyaringan data
  • Zonasi dan pelapisan dengan korelasi yang tepat
  • Pembangunan grid 3D dan optimasi grid

Model Konseptual Geologi, Pemodelan Properti Stokastik, Analisis dan Transformasi Data

  • Konsep sequence stratigraphy; lithostratigraphy vs sequence stratigraphy; seismic stratigraphy dan hubungan permukaan; identifikasi MFS, MRS dan TS (FS) berdasarkan log dan core
  • Teknik korelasi sequence stratigraphy dari log pada reservoir klastik; contoh marginal marine dan latihan
  • Permukaan sequence stratigraphy sebagai dasar zonasi dalam pembangunan 3D, pemilihan permukaan sequence representatif untuk geomodeling
  • Konsep geologi klastik delta dan estuarine secara ringkas: morfologi dan arsitektur fasies, sedimentologi dan respons log, identifikasi litofasies dan asosiasi fasies vertikal
  • Integrasi interpretasi core ke dalam interpretasi fasies (interpretasi core, kalibrasi log-core dan signature log, asosiasi litofasies, interpretasi fasies pada sumur tanpa core, interpretasi lingkungan pengendapan)

Hari 3
Pengaturan dan Pemodelan Variogram

  • Kovarians spasial, korelasi, dan semivarians
  • Perhitungan variogram dan pengaturan (variogram eksperimental)
  • Konsep heterogenitas, kovarians, perhitungan dan pemodelan variogram
  • Pengaturan dan pemodelan variogram
  • Modeling dan fitting; berbagai model variogram
  • Model variogram dalam kaitannya dengan kondisi geologi
  • Contoh pengaruh model variogram terhadap hasil geologi
  • Konsep anisotropi dan analisis arah
  • Peran data seismik dalam perhitungan variogram

Pemodelan Fasies dan Petrofisika

  • Metode pemodelan diskrit (object-based dan pixel-based)
  • Inferensi statistik atau deskripsi proses pengendapan dan diagenesis
  • Integrasi seismik dalam pemodelan fasies
  • Berbagai teknik/algoritma pemodelan fasies pada lingkungan pengendapan berbeda (channel, composite/turbidite, prograding delta, dll.)
  • Upscaling log dan mempertahankan heterogenitas
  • Workflow pemodelan properti
    • Log upscaling
    • Analisis dan transformasi data (normal scoring)
    • Pengaturan variogram
    • Pemodelan variogram
    • Pembangunan model properti, pemilihan algoritma terbaik
  • Pemodelan petrofisika berbasis seismik; integrasi data seismik (peta atau cube) ke dalam model properti; pemilihan sebagai trend atau collocated cokriging berdasarkan hubungan properti-seismik
  • Dilema NTG; kesalahan konsep NTG 2D yang dipaksakan diterapkan pada model 3D
  • Pemodelan permeabilitas dari hubungan porositas
  • Pemodelan saturasi air; konsep tekanan kapiler dan saturasi; pemodelan saturasi dengan fungsi Leverett J
  • Tinjauan singkat perhitungan volume dan kategorinya, analisis ketidakpastian
  • Validasi model: validasi visual model statik dengan geologi konseptual dan atribut seismik; validasi statistik model statik dengan histogram dan variogram
Audience

Pelatihan Basic Static 3D Modelling ditujukan bagi geoscientist dan insinyur perminyakan yang bertanggung jawab melakukan studi reservoir secara komprehensif dan ingin mempelajari konsep model geologi statik serta cara membangunnya.

Tentang Trainer

Memiliki pengalaman internasional selama 20 tahun di industri minyak dan gas sebagai spesialis Geomodeling/Development Geology. Mampu menggunakan aplikasi geosains dari Schlumberger, Halliburton, dan Roxar untuk menghasilkan analisis serta interpretasi geosains yang kuat. Keahlian mencakup sedimentologi dan sequence stratigraphy, pemodelan geologi dan geostatistik (mulai dari pemodelan deterministik hingga stokastik untuk struktur, fasies, properti, up-scaling, volumetrik dan ketidakpastian hingga perencanaan sumur), pemodelan rekahan, karakterisasi reservoir, serta analisis risiko pada reservoir siliciclastic dan karbonat. Memiliki pemahaman yang baik tentang teknik perminyakan dan ekonomi perminyakan, termasuk perencanaan pengembangan lapangan, produksi, dan dukungan operasional. Juga memiliki pengalaman luas dalam mengajar dan membimbing pelatihan (development geology, geomodeling, dan geostatistik).

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi administrator kami