Hari 1
-Signal Theory
Konsep ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bagaimana data seismik diperoleh, tahapan pemrosesannya, serta faktor-faktor yang memengaruhi tampilan, interpretasi, dan pemetaannya.Pembangkitan dan Perambatan Gelombang
Konsep ini memberikan pemahaman tentang gelombang P (P-Wave) dan gelombang S (S-Wave) beserta turunannya.
– Seismic Reflection Generation
Topik ini memberikan pemahaman mengenai konsep refleksi, refraksi, konversi mode, dan difraksi.Data Sintetik dan Akustik Lubang Bor
Topik ini memberikan pemahaman tentang bagaimana mengorelasikan penanda sumur (well markers) dengan refleksi seismik.
Hari 2
– Velocity and Depth Conversion
Kecepatan merupakan penghubung penting antara waktu dan kedalaman. Variasi kecepatan baik secara vertikal maupun lateral dapat menyebabkan distorsi pada data waktu seismik. Topik ini memberikan pemahaman bahwa interpreter harus menyadari adanya distorsi tersebut. Dalam beberapa kasus, konfigurasi struktur yang terlihat pada data waktu dapat sangat berbeda dari kondisi sebenarnya. Bahkan perubahan kecil pada kecepatan dapat menjadi sangat penting, terutama pada struktur dengan relief rendah.Ekspresi Seismik Fitur Geologi
Setelah sesi ini, peserta diharapkan memahami bagaimana batuan mengalami deformasi akibat gaya ekstensi, kompresi, dan pergeseran mendatar (strike-slip), serta bagaimana menggunakan model deformasi untuk membantu interpretasi data seismik.
– Seismic Expression of Structural Style
Topik ini memberikan teknik dalam menginterpretasi horizon, sesar, serta mengorelasikan horizon stratigrafi di antaranya.
Pemetaan Kontur Seismik.
Hasil interpretasi bawah permukaan biasanya disajikan dalam bentuk peta kontur. Setelah sesi ini, peserta diharapkan memahami teknik pembuatan kontur. Kontur dibangun dengan menginterpolasi nilai variabel yang disampling dalam area peta. Akurasi peta bergantung pada karakter variabel, kepadatan, dan distribusi lokasi sampel.
Hari 3
– Hydrocarbon Indicator (HCI)
Topik ini memberikan pemahaman tentang cara mendeteksi indikator hidrokarbon pada data seismik. HCI merupakan efek yang teramati pada data seismik akibat keberadaan hidrokarbon (terutama gas) dalam pori-pori reservoir. Efek ini terjadi karena hidrokarbon mengubah sifat elastik reservoir dibandingkan ketika terisi air.
–Evaluasi
Konsep Pelatihan Interpretasi Seismik ini dirancang untuk Geolog dan Geofisikawan yang memiliki pekerjaan rutin dalam interpretasi bawah permukaan.
Narto Susilo
Memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri minyak dan gas. Sebagian besar pengalaman berfokus pada pekerjaan geofisika dengan rekam jejak kuat dalam evaluasi geologi dan geofisika, pengembangan wilayah baru (new venture), akuisisi dan pemrosesan seismik, interpretasi seismik, pemetaan struktur (waktu dan kedalaman), pembuatan dan pematangan leads serta prospek, penyusunan proposal sumur, serta laporan pasca pemboran. Selain itu, juga memiliki keahlian tambahan dalam manajemen data Geologi & Geofisika (G&G).Selama kariernya telah bekerja di 7 (tujuh) cekungan sedimen, yaitu: Cekungan Sumatra Utara (klastik & karbonat), Cekungan Sumatra Selatan (klastik), Cekungan Natuna (klastik), Cekungan Jawa Barat Laut (klastik), Cekungan Jawa Timur Laut (klastik), Cekungan Tarakan (klastik), dan Cekungan Salawati (karbonat).