GTN Low-Quality Reservoir (LQR) Field Series

Pemahaman terhadap batupasir ketat (tight sandstones), karbonat terkompaksi (compacted carbonates), serta sistem resistivitas rendah–kontras rendah (Low-Resistivity–Low-Contrast / LRLC) untuk meningkatkan perolehan hidrokarbon.
Reservoir Berkualitas Rendah (Low Quality Reservoirs / LQR) merupakan salah satu peluang hidrokarbon terbesar yang masih tersisa di cekungan matang (mature basins). Reservoir ini umumnya ditandai oleh:

Pemahaman terhadap LQR memerlukan integrasi berbagai disiplin, meliputi sedimentologi, diagenesis, kontrol struktur, petrofisika, serta wawasan rekayasa reservoir.

GTN menghadirkan program berbasis lapangan yang terfokus, dirancang untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenali, mengevaluasi, serta menyusun strategi pengembangan sistem LQR di seluruh Indonesia.
Central Sumatra Basin & Ombilin Basin

Tema: Batupasir Syn-Rift hingga Post-Rift yang Terkompaksi dengan Pengaruh Diagenesis

Cekungan-cekungan ini memberikan eksposur yang sangat baik terhadap batupasir fluvial–deltaik yang ketat (tight sandstones), yang berkaitan dengan sistem petroleum Paleogen–Neogen.

Interval studi utama meliputi:

  • Formasi Sangkarewang (klastik lakustrin Eosen)
  • Formasi Sawahlunto (endapan fluvial pembawa batubara)
  • Interval batupasir ketat terkait Sihapas di Cekungan Sumatra Tengah

Fokus Pembelajaran:

  • Kompaksi mekanik vs kimia
  • Dampak pertumbuhan kuarsa (quartz overgrowth) dan sementasi
  • Distribusi lempung serta pengaruhnya terhadap respon log LRLC
  • Identifikasi lapisan tipis produktif (thin-bed pay recognition)
Berau Basin

Tema: Batupasir Deltaik–Deepwater yang Termodifikasi Secara Diagenetik

Cekungan Berau memperlihatkan suksesi klastik berumur Neogen, di mana kompaksi akibat penguburan dan sementasi secara signifikan menurunkan kualitas reservoir.

Fokus Pembelajaran:

  • Mekanisme penurunan porositas
  • Diagenesis awal vs diagenesis lanjut
  • Karakterisasi reservoir turbidit bertipe “tight” (kedap)
  • Sifat duktilitas vs kerapuhan (brittleness) pada batupasir
  • Implikasi terhadap stimulasi dan peningkatan perolehan (enhanced recovery)
Yogyakarta – Nanggulan & Bayat Area

Formasi yang Dipelajari:

  • Formasi Nanggulan (klastik laut berumur Eosen)
  • Kompleks Bayat (pengaruh batuan dasar metamorf dan vulkanoklastik)

 

Tema: Reservoir Berporositas Rendah pada Sistem Vulkanoklastik dan Terpengaruh Struktur

Area ini memberikan wawasan mengenai reservoir yang dipengaruhi oleh material vulkanik, kompaksi kuat, serta deformasi tektonik.

Fokus Pembelajaran:

  • Pengaruh matriks vulkanoklastik terhadap permeabilitas
  • Evaluasi batupasir kaya lempung
  • Pengetatan struktur (structural tightening) dan peningkatan rekahan (fracture enhancement)
  • Heterogenitas reservoir pada sistem berkualitas rendah
  • Tantangan interpretasi petrofisika pada reservoir yang didominasi lempung
East Java Basin

Endapan karbonat Miosen (misalnya ekuivalen Paciran) secara lokal menunjukkan interval yang rapat dan tersemen kuat.

Fokus:

  • Inti terumbu yang tersumbat oleh semen (cement-plugged reef core)
  • Penghancuran porositas akibat stylolite
  • Peningkatan rekahan sekunder
  • Porositas ganda pada sistem karbonat yang ketat
Kutai Basin

Reservoir deltaik–turbidit yang terkubur dalam dengan interval ketat yang bersifat lokal.

Fokus:

  • Tren kompaksi terhadap kedalaman
  • Pelestarian porositas akibat overpressure (tekanan berlebih)
  • Zona reservoir tipis berlapis (thin laminated pay zones)
  • Keterbatasan interpretasi amplitudo seismik pada pasir yang ketat
Tujuan Program

Peserta akan mengembangkan pemahaman praktis mengenai:

Proses degradasi kualitas reservoir
Tantangan interpretasi LRLC (Low Resistivity–Low Contrast)
Identifikasi lapisan tipis produktif (thin-bed pay recognition)
Pemodelan diagenetik untuk prediksi reservoir
Kerapuhan batuan (brittleness) dan potensi stimulasi
Penyaringan pengembangan reservoir ketat (tight reservoir)
Siapa yang Perlu Mengikuti?
Geolog Eksplorasi & Appraisal
Geolog Reservoir
Petrofisikawan
Insinyur Geomekanika
Tim Produksi & Pengembangan
Perusahaan energi yang mengevaluasi lapangan marginal atau lapangan matang
Mengapa Pelatihan Lapangan LQR Penting

Sebagian besar volume hidrokarbon yang tersisa di cekungan matang berada pada reservoir marginal, reservoir ketat (tight reservoir), atau reservoir yang sebelumnya terlewatkan (bypassed). 

Memahami:
Sejarah diagenesis
Tren kompaksi
Distribusi lempung
Kontribusi rekahan
Risiko kesalahan interpretasi petrofisika

Sangat penting untuk membuka nilai baru dari aset yang sudah ada

Amankan tempat Anda sekarang

Tingkatkan pemahaman reservoir Anda dan maksimalkan perolehan (recovery)