
Reservoir klastik merupakan tulang punggung produksi hidrokarbon di Indonesia. Endapan ini terbentuk dalam berbagai lingkungan pengendapan, mulai dari sistem lakustrin syn-rift hingga kipas bawah laut laut dalam (deepwater submarine fans). Oleh karena itu, pemahaman yang kuat terhadap proses pengendapan sangat penting untuk mengurangi risiko eksplorasi dan pengembangan.
GTN menghadirkan serangkaian program lapangan terintegrasi yang dirancang untuk memperkuat interpretasi bawah permukaan melalui observasi langsung singkapan. Setiap lokasi difokuskan pada sistem pengendapan klastik tertentu, arsitektur reservoir, serta implikasinya terhadap sistem petroleum.
Tema: Arsitektur Reservoir Lakustrin hingga Fluvial dalam Setting Cekungan Rift
Program ini mengeksplorasi sedimentasi syn-rift berumur Paleogen, meliputi:
Formasi Brani (endapan kipas aluvial)
Fokus Pembelajaran:
Tema: Prediksi Sandbody Fluvial–Deltaik dan Produktivitas Hidrokarbon
Reservoir utama dari Kelompok Sihapas berumur Miosen:
Fokus Pembelajaran:
Interpretasi analog lapangan produksi
Tema: Arsitektur Kanal dan Analisis Heterogenitas Reservoir
Endapan klastik fluvial–deltaik berumur Miosen yang setara dengan sistem reservoir Sihapas.
Fokus Pembelajaran:
Studi Analog Reservoir:
Fokus Pembelajaran:
Unit Utama
Tema: Kerangka Stratigrafi Prediktif untuk Distribusi Reservoir Klastik
Fokus Pembelajaran:
Formasi yang dipelajari:
Fokus Pembelajaran:
Formasi Kunci
Tema: Arsitektur Kipas Bawah Laut (Submarine Fan) dan Kompartementalisasi Reservoir
Fokus Pembelajaran:
Tema: Analog Reservoir Klastik Laut Dalam Frontier
Suksesi turbidit laut dalam berumur Neogen
Fokus Pembelajaran:
